http://paygold.blogspot.com
Sukses Mulia photo bannerSM-animasi_zps1672f039.gif
Showing posts with label artikel bisnis. Show all posts
Showing posts with label artikel bisnis. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

Entry Barrier

Tahukah anda?

Tahun 90-an, seorang peneliti bule pernah menemukan satu potong celana buntung bertuliskan Made in Indonesia di sebuah supermarket di London, Inggris. Harganya setelah dikurs rupiah adalah Rp. 112.000,- Di Jakarta, ia mendatangi pabrik yang memproduksi celana olahraga tersebut, dan ia bertanya kepada salah satu buruhnya. Berapa upah membuat satu potong celana ?

Fantastis. Sang buruh menjawab, hanya Rp. 500,-  Angka itu bukan salah ketik. Lima ratus perak. Lebih murah daripada biaya sewa toilet di Stasiun Gambir waktu itu.

Di tempat yang sama, peneliti itu juga menemukan sepasang sepatu merk terkenal, yang harganya mencapai Rp. 1,4 juta. Di Jakarta, ia kembali terkesima karena buruh pembuat sepatu itu hanya diberi upah tidak lebih dari Rp. 5.000,-  Lima ribu rupiah. Tidak lebih mahal daripada seporsi gado-gado.

Di beberapa media olahraga, ia pun akhirnya mengetahui, bahwa nilai kontrak tahunan seorang Tiger Woods dengan salah satu produsen sepatu olahraga, jumlahnya lebih besar dari total upah buruh dari pabrik sepatu tersebut di Indonesia selama satu tahun.

Saya tidak berkehendak untuk menjadi provokator bagi para buruh di pabrik sepatu atau garmen di atas. Masih banyak pelajaran yang lebih penting daripada sekedar mogok beramai-ramai, membuat  jalan tol macet, kendaraan umum lumpuh atau membakar pabrik yang justru berakibat kontra produktif.

Tiger Woods, seperti kita ketahui, adalah seorang pemain golf yang luar biasa. Ia menekuni olahraga golf dari umur di bawah sepuluh tahun. Dan ia memilih sebuah bidang yang entry barrier (tingkat hambatannya) tinggi. Bukan karena tidak setiap orang bisa main golf, tetapi karena hanya sedikit orang yang bersedia bersusah-payah berlatih, untuk menjadi pegolf handal. Dan bayaran yang lebih tinggi daripada jumlah upah buruh sebuah pabrik sepatu, adalah konsekuensi logis dari kerja kerasnya sejak kecil.

Apa yang salah dengan kita ? Kalaupun harus mencarinya, kesalahan kita mungkin karena kita lebih senang memilih bidang-bidang pekerjaan yang entry barrier (tingkat hambatannya) rendah.  Mohon maaf. Setiap orang bisa jadi buruh pabrik sepatu atau garmen, karena keterampilannya sangat mudah dikuasai.

Dan ketika para buruh ramai beraksi mogok kerja, pabrik pun tidak terlalu peduli karena masih banyak calon buruh yang antri mau bekerja. Apalagi di negeri ini, yang stok penganggurannya banyak sekali. Berbeda dengan Tiger Woods. Saat ini, sangat sulit mencari penggantinya. Walau popularitas menurun karena kasus perselingkuhan, keterampilannya memainkan stik golf sulit ditandingi. Dan sampai hari ini, ia masih terus berlatih dan berlatih. Dan nilai kontraknya tiap tahun naik terus.

Tidak bijak jika kita hanya bisa mencari masalah dan kesalahan. Solusi dari masalah itu, adalah memilih bidang-bidang pekerjaan atau usaha dengan entry barrier yang tinggi, serta kemauan untuk terus belajar dan belajar, untuk meningkatkan kemampuan diri. Konsekuensinya, hal itu membutuhkan perjuangan berat. Kerja keras. Dan kitalah yang harus melakukannya sendiri.  Bukan orang lain. Kita tidak bisa menyuruh orang lain berolahraga untuk menjadikan diri kita kurus.

Be yourself …
Zainal Abidin
@jayteroris
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Headmaster SekolahMonyet.com

Friday, January 3, 2014

Ciptakan Nilai ! Tidak Hanya Keuntungan



dilakukan, masih jauuhhh !” itu kata terucap ketika bersama bos-bos TDA hadir di Seminar Triple Value Your Business by Budi Isman (Mantan CEO PT. Sari Husada), Juni 2013 6 bulan yang lalu, sudah lama ya.

Triple Value Your Business? Ya bisnis naik tiga kali lipat ? Apanya yang menjadi Triple ? Sales ? Profit ? bukan ! Tapi Nilainya ! Nilai perusahaan secara keseluruhan, yang direpresentasikan oleh harga saham atau valuasi perusahaan. Wah, ini kelas berat, jauh dari angan saya yang UKM. Boro-boro mikirin nilai, yang dipikirin cuman sales dan profit ! padahal ini hanya salah satu komponen saja dari nilai perusahaan.

So, bagaimana sih nilai perusahaan bisa tinggi, sangat disenangi pemegang saham, dicintai karyawan, supplier dan distributor sangat percaya, investor pengin banget invest, bahkan bank ngejar-ngejar pengin kasih pinjaman ?

Saya coba re-sharing hasil seminar itu, walaupun kasusnya korporasi, saya selalu coba analogikan dengan bisnis saya yang UKM.

Ada 10 komponen yang harus diperbaiki nilainya terus-menerus, sebagai langkah meningkatkan nilai bisnis kita, tidak peduli masih UKM, kalau think-nya mampu korporasi, ya harus dicoba.

1. Bisnis kita harus termasuk di kategori industri yang sedang tumbuh
Wah, baru poin satu aja sudah berat, itu bukan buat yang masih bingung mau usaha apa, atau niatnya cuman ikutan tren jadi pengusaha, apalagi cuman bisnis sampingan. Tapi ya memang betul. Untuk itu, mumpung belum melangkah jauh, saat-nya merenung ulang bisnis kita, apa berada di kategori industri yg tumbuh, yang punya masa depan. Bagaimana untuk tahu ini ? Ya baca banyak banyak informasi bisnis.

2. Bisnis kita harus tumbuh sustain, bukan lompat-lompat
Sering kan dengar cerita bisnis melesat dalam sekejap, lalu lenyap sekejap pula?  Bisnis dengan nilai tinggi adalah bisnis yang tumbuh sustain, bisa perlahan atau cepat. Tumbuh yang sehat, bukan tumbuh yang tidak stabil atau lompat-lompat.

3. Bisnis kita harus punya potensi mengusai market share
Buat UKM, market share itu bahasa langit. Ngitung-nya aja susah ngga tahu caranya. Cari tahu Market Size bisnis kita aja pusing, bagaimana ngitung market share. Tapi ngga usah pusing, simpelnya, yang penting sustain tumbuh, ya moga-moga market share-nya jadi naik.

4. Bisnis kita harus punya Brand, Paten atau Formula
Kita sudah kenyang baca cerita sepatu Nike itu hanya punya brand, ngga punya pabrik. Brand-nya lebih besar nilainya dari aset perusahaannya. Sudah tahu itu, kita UKM masih abai dengan Brand. Ayo mulai berpikir Brand, bisa brand produk, brand toko. Kalau punya paten keren, apalagi formula, ramuan rahasia, makin keren. Yang penting segera daftar ke HAKI, murah kok mulai dari hak cipta logo, brand sesuai kelas, dll. Ini sudah wajib buat UKM, daripada brand-nya dibajak orang.

5. Bisnis kita harus punya struktur biaya yang baik
Apa itu struktur biaya? Cara gampangnya gini. Cari laporan keuangan perusahaan TBK di internet. Baca. Disitu jelas, misal, net profitnya 5%, biaya operasional 10%, biaya promo 1%, biaya karyawan 3%, dst. Kita hanya perlu tahu persentase-nya saja, yg dihitung dari omset total. Struktur biaya menentukan profit bisnis, jika dikelola dengan baik, profit-nya baik pula.

6. Bisnis kita harus punya Cash Flow positif
Saya paling bosan baca kalimat Cash is a King. Sudah tahu! Tapi bagaimana caranya supaya cash flow positif terus? Itu yang paling penting diketahui. Ini bukan hal mudah, ini problem utama UKM, sampai lupa banyak hal lain. Tapi sudah banyak buku bahas ini, so intinya masih harus banyak baca dan coba action. Karena di ilmu financial literacy, OCF (Opreating Cash Flow) adalah penting banget, dan nilainya tinggi bagi bisnis kita.

7. Bisnis kita harus punya Profit Margin yang baik.
Kalau Cash is a King, Profit is a King Kong! lebih puyeng lagi kan? Punya profit margin yang baik adalah kompleks, tapi tetap bisa diusahakan. Profit yang baik adalah profit yang bertambah besar, bukan malah profitnya mengecil. Banyak cara untuk meningkatkan profit, kalau 6 poin diatas baik, profit bisa membaik.

8. Bisnis kita harus punya Management Tim dan People
Apalagi ini? Kita owner-owner UKM ini paling bangga disebut CEO, tapi CEO bodong, alias Chief Everything Officer. Semua masih dilakukan sendiri. Padahal bisnis paling sehat dan bisa berumur panjang itu kalau punya tim dan orang-orang terbaik. Tapi pernah saya dengar sendiri dari seorang konglomerat, ketika saya mengeluh susahnya membangun management team, jawabnya simpel : ngga peduli UKM, korporasi dan konglomerasi, cari management team itu memang susah. So, ya harus cari terus menerus tiada henti selama berbisnis.  Jangan mengeluh lagi!

9. Bisnis kita harus punya Legalitas & Financial yang baik
UKM terlalu nyaman tanpa badan hukum, apalagi bayar pajak. Tapi sang konglomerat menasehati saya lagi, “kamu selamanya nggak akan bisa besar kalau nggak berbadan hukum dan bayar pajak !” Bisnis bernilai tinggi itu berbadan hukum, walau cuman UD atau CV. Juga semua hal administrasi keuangan tercatat dengan baik, bisa diaudit. Kalau belum mampu bayar akuntan, temukan cara mencatat keuangan yang paling mudah menurut kita, walau hanya kita sendiri yang bisa baca.

10. Bisnis kita harus Potensial
Jadi jika semua poin diatas dilakukan, lama-lama bisnis kita punya potensi yang bagus, mulai dari potensi industri, potensi pertumbuhan, penguasaan market share, potensi biaya, dll. Dengan sendirinya bisnis kita akan bernilai tinggi.

10 hal yang ngga mudah buat UKM. Ini suatu pekerjaan rumah yang panjang, bukan pekerjaan kebut semalam. Tapi kalau ingin besar, bisnis kita bernilai tinggi, ya itulah cara-cara yang sudah pernah dilakukan oleh Budi Isman. Saya hanya sering menggunakan cara goblok dan sederhana untuk bisa menerapkan di bisnis UKM saya. Yang penting dilakukan, sampai kapan bisa 10 komponen itu lengkap saya lakukan, ya ngga tahu !

Selamat merenung, naik kelas, melebarkan pemahaman, mulai melakukan langkah-langka mewujudkan bisnis kita. Mulai Create Value, Tidak Hanya Profit.

Rosihan
Founder & CEO SAQINA.COM
www.saqina.com

Sumber : tangandiatas.com
“Wah pekerjaan rumah kita masih banyak, masih banyak yang belum Create Value ! Tidak Hanya Profit

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls