http://paygold.blogspot.com
Sukses Mulia photo bannerSM-animasi_zps1672f039.gif
Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts
Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts

Monday, November 11, 2013

Sukses Berbisnis Limbah

Fokus pada satu bidang dan berkomitmen pada kualitas menjadi kunci sukses Agung Sri Hendarsa dalam membesarkan PT Aozora Agung Perkasa. Baru tiga tahun jalan, perusahaan pengolahan air bersih dan air limbah ini beromzet miliaran rupiah.

Limbah menjadi persoalan pelik bagi industri. Tapi, bagi PT Aozora Agung Perkasa, limbah merupakan sumber pendapatan. Lihat saja, meski baru berdiri sejak tahun 2009, perusahaan yang bergerak di bisnis pengolahan air bersih dan air limbah itu telah membukukan pendapatan Rp 10 miliar tahun 2011 lalu. Dua bulan pertama di 2012, pendapatan Aozora telah mencapai Rp 11 miliar.

Pencapaian kinerja yang pesat ini tidak lepas dari kegigihan sang empunya perusahaan itu, yakni Agung Sri Hendarsa. “Tahun 2009, pendapatan kami hanya Rp 50 juta. Tahun 2010, nilai omzet meningkat menjadi Rp 5,5 miliar,” ujar pria kelahiran Temanggung, 8 November 1977 ini, bangga.

Beberapa perusahaan yang limbahnya ditangani Aozora antara lain Santos, Pertamina, Dahana (BUMN di industri bahan peledak), dan Astra Otopart. Pencapaian bisnis ini tidak diperoleh Agung dengan mudah. Semua berawal dari kesabaran dan keseriusannya belajar tentang limbah. “Saya banyak belajar dari orang Jepang. Mereka sukses karena fokus terhadap bidang usaha yang dijalaninya,” ujarnya.

Jika dirunut, Agung sudah memutuskan berkonsentrasi di pengolahan limbah sejak duduk di bangku sekolah menengah atas di Pekalongan, Jawa Tengah. Dia memulai dengan ikut penelitian remaja. Saat duduk di bangku kuliah, bapak dua anak ini melanjutkan penelitian tentang limbah batik. “Setelah lulus S-1 Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada pada 2000, saya mendapat beasiswa kuliah jangka pendek selama setahun di Jepang,” kenangnya.

Setahun belajar di Jepang, Agung kepincut melanjutkan S2 di Negeri Samurai itu. Karena tidak ada biaya, anak dokter puskesmas ini bekerja serabutan. Ia menjadi tukang cuci piring, cuci mobil, karyawan di pabrik tahu dan pabrik plastik, serta petugas pembersih salju. “Ternyata, belajar di Jepang itu butuh fokus. Saya men-DO-kan diri,” katanya.

Pada tahun 2002, Agung pulang ke Indonesia dan bekerja di sebuah perusahaan kimia. Tapi, ia hanya bertahan setahun lantaran lolos seleksi mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Jepang. “Kali ini bekal saya cukup. Saya tidak bekerja sebagai tukang cuci lagi, tapi sebagai asisten dosen,” ujar suami dari Valleria ini.

Berdiri di kaki sendiri

Selesai mengantongi gelar S-2, Agung pulang ke Tanah Air dan dipercaya menjadi general manager sebuah perusahaan asal Jepang yang memiliki kantor perwakilan di Indonesia. Karena ketidakcocokan dengan manajemen, Agung mundur dari perusahaan itu pada tahun 2008. Seorang investor dari Surabaya sempat mengajaknya bekerja sama. Tapi, lantaran perbedaan prinsip, ia mundur.

Tak bertahan lama menganggur, Agung dipercaya mengelola perusahaan biodiesel oleh investor di tahun 2008. Tapi, perusahaan ini terpaksa ditutup lantaran investor kehabisan modal akibat krisis keuangan global. “Pada Maret 2009, saya di-PHK, persis menjelang kelahiran anak saya dan sedang merenovasi rumah, Jadi klop sudah,” katanya. Alhasil, selama dua bulan, Agung menganggur.

Dengan bermodal kartu nama dan berkantor di lantai dua rumahnya, Agung membuka jasa konsultan engineering design. “Klien pertama saya pabrik lem. Saya mendapat fee Rp 12 juta,” kenangnya. Akhirnya, dia bertemu seorang teman, Henri Prakoso, yang mencetuskan ide usaha pengolahan limbah.

Agung sadar, usaha barunya ini membutuhkan legalitas agar membangun kepercayaan calon klien. Untuk itu dia merogoh uang Rp 20 juta untuk mendirikan PT Aozora Agung Perkasa di Juli 2009. “Ternyata legalitas saja tidak cukup, butuh curriculum vitae (CV) perusahaan untuk meyakinkan calon klien, karena perusahaan kami belum menangani proyek,” ujarnya.

Agung pun mencoba mengikuti tender proyek meski tak yakin menang. “Tujuan utama saya ikut tender supaya nama perusahaan nampang di list peserta tender. Dari situ, nama kami akan pelan-pelan dikenal,” katanya sambil terkekeh. Pelan tapi pasti, beberapa perusahaan besar mulai berdatangan menjadi klien Aozora.

Agung terus memperkuat nama Aozora. Hanya bermodal Rp 20 juta, dia berani membuka cabang di San Diego, Amerika Serikat, pertengahan 2010 silam. “Pembukaan cabang di Amerika Serikat ini juga bertujuan agar nama Aozora menjadi lebih prestise. Lagi pula saya hanya membutuhkan waktu seminggu untuk membuka cabang,” tuturnya.

Agung bilang, pengembangan bisnis ini sangat terbantu oleh timing yang tepat. Ketika isu tentang kerusakan lingkungan dan global warming merebak, jasa pengolahan air bersih dan air limbahnya kian dilirik orang. “Pengolahan limbah butuh biaya banyak. Karena itu saya berusaha berinovasi pengolahan limbah bagi pelaku UKM,” ujar Agung yang melanjutkan S-3 di Universitas Indonesia ini.

Sumber : tangandiatas.com

Monday, April 1, 2013

Trik Bikin Betah Karyawan: Jadilah Temannya

Menjadi pengusaha ternyata asyik sekali. Hal ini turut dirasakan Iman melalui Mochilok yang dirintisnya. Semasa menjadi karyawan, dia harus berkutat dengan rutinitas bangun pagi, pulang malam, dan lembur berhari-hari ketika deadline. Sekarang Iman merasa lebih santai dan dari segi penghasilan pun sangat jauh perbedaannya. Dalam satu hari, ia bisa mengantongi pendapatan sebesar berkali-kali lipat gajinya semasa karyawan dalam sebulan. Berawal dari coba-coba, kini Iman mantap melangkahkan kakinya di bidang wirausaha.

Dengan menjamurnya usaha kuliner di Kota Bandung seperti sekarang, dia pun punya kiat untuk bertahan. “Kalau mau eksis, kita harus beda dan jangan jadi follower. Bikin mochi itu susah, harus siap begadang dan capek. Mungkin Mochilok muncul di momen yang tepat saat orang jenuh dengan jajanan yang ada. Kemudian kami muncul dengan makanan baru,” tukas Iman.

Keberlangsungan roda usaha yang baik tentu saja harus dibarengi pula oleh peran pemerintah dalam membangun iklim usaha. Lantas pernahkah Iman bertemu kendala dalam hal ini? “Seingat saya nggak ada, palingan saat bikin surat aja sih agak kelamaan. Ketika Mochilok baru jalan dua bulan, saya lihat potensinya ternyata bagus. Akhirnya saya urus untuk bikin hak paten, nah prosesnya ini yang bikin capek,” ungkapnya.

Dengan omzet saat ini yang mencapai Rp 7 juta per hari, Mochilok turut membuka lapangan kerja bagi orang lain. Saat ini jumlah karyawannya sudah sebanyak 12 orang. Dengan waktu produksi yang berjalan setiap hari (kecuali Minggu) dari pagi hingga malam, mereka rupanya tetap enjoy dan bersemangat.

“Ada baiknya juga dulu saya berpindah-pindah tempat kerja karena jadi tahu berbagai karakter bos. Dari pengalaman jadi karyawan, saya tahu karakter bos yang menyebalkan itu bossy dan galak. Sedikit-sedikit ngomel. Saya sih bersikap kayak teman saja, santai. Jadi meskipun kerjanya capek, mereka tetap betah dan loyal. Kalau bossy kan jadinya karyawan segan dan malas ngomong kalau ada apa-apa. Ujung-ujungnya ngomongin jelek di belakang. Kerja pun jadi nggak ikhlas dan nggak barokah,” papar Iman. ***

[Penulis : Hanifa Paramitha Siswanti

Sumber : nyataindonesiaku.com

Tuesday, February 26, 2013

Lenovo ingin fokus bisnis Franchise di tahun 2013

Bisnis franchise tercatat jadi salah satu bisnis yang mengalami pertumbuhan signifikan di Tanah Air. Tak perlu repot memperkenalkan brand dan sistemnya yang lebih tertata jadi salah satu alasan banyak orang memilih bisnis waralaba.

Diakui oleh Tri Raharjo, Presiden Info Franchise Club, hingga tahun 2011 terdapat sekitar 2034 brand franchise di Indonesia. Dari jumlah tersebut sekitar 60 persen merupakan bisnis asli Indonesia.

"Setiap tahun terdapat 500 brand baru di bisnis waralaba di Indonesia," ungkap Tri di Bebek Bengil Restaurant, Jakarta, Selasa (26/2/2013).

Pesatnya pertumbuhan yang ada di bisnis ini mengundang minat Lenovo untuk melakukan hal serupa. Produsen komputer global tersebut mengaku akan fokus pada bisnis waralaba dalam memasarkan produk kelas Small and Medium Business (SMB) buatannya.

"Bisnis franchise memberikan kemudahan dalam kerjasama. Kita cukup berkoordinasi dengan pusat, kemudian cabang akan mengikuti kebijakan yang diterapkan di level pusatnya," ungkap Irene Sentosa, Country Lead SMB Lenovo Indonesia.

Meskipun fokus pada bisnis waralaba, Lenovo menyatakan akan tetap memberikan perhatian yang cukup serius untuk pasar SMB lainnya.

Irene menambahkan, pada kuartal akhir 2012 pasar SMB Lenovo mengalami peningkatan 20 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lenovo berkomitmen akan melakukan investasi berkesinambungan pada pasar SMB Indonesia.

Sumber : liputan6.com

Wednesday, February 20, 2013

Seminar Cara Sederhana Memulai Bisnis

Ingin berbisnis tapi tidak tahu mau berbisnis apa?

Ingin memulai usaha tapi tidak tau bagaimana caranya?

Thursday, February 7, 2013

Tips Memilih Bisnis Franchise Dengan Modal Kecil

Membuka peluang usaha franchise bisa membantu anda untuk mendapatkan penghasilan yang menjanjikan. Ada berbagai jenis peluang usaha franchise yang bisa anda pilih sebagai batu loncatan anda untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Usaha franchise dengan modal kecil dan besar bisa menjadi pilihan anda untuk memulainya. Namun, ada hal yang harus anda ketahui bahwa keuntungan besar tidak selalu dimulai dengan modal yang besar pula. Seringkali, usaha franchise dengan modal kecil menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Untuk mendapatkan hal tersebut, anda dapat melakukan beberapa tips yang penting di bawah ini.

Hal pertama yang harus anda ketahui adalah jenis usaha franchise sangat mempengaruhi besar modal yang harus anda persiapkan. Jika anda memiliki modal yang terbatas, anda harus mempertimbangkan jenis usaha franchise yang sesuai dengan jumlah modal awal yang anda miliki. Bisnis franchise seperti menjual air teh dalam kemasan gelas plastik tidak memerlukan jumlah modal yang banyak tapi bisnis ini malah memberi keuntungan yang lumayan besar.

Hal kedua, anda jangan merasa ragu atas bisnis franchise yang sudah anda tentukan dari awal. Modal yang kecil tidak perlu menciutkan nyali anda untuk tetap tekun menjalankan bisnis dengan tekun. Jika anda kurang yakin dalam menjalankan bisnis franchise ini, anda dapat menggaet rekan bisnis yang bertanggung jawab yang memiliki ketekunan yang baik.

Hal penting selanjutnya harus anda lakukan adalah memikirkan resiko yang dapat menerpa bisnis anda tersebut. Jika anda siap dengan segala macam resiko tersebut, anda akan tetap menjalankan bisnis anda dengan percaya diri. Berusaha selektif untuk memilih jenis usaha franchise dan memperhatikan konsep dari usaha tersebut dengan baik. Anda juga harus memperhatikan kemungkinan perkembangan bisnis franchise anda di masa depan.

Peluang Bisnis Semerbak Coffee bisa menghasilkan keuntungan yang besar di masa depan jika dilakukan dengan tekun.

Dengan bergabung menjadi mitra Semerbak Coffee otomatis anda akan menjadi Agen produk2 Retail kami ( produk dapat di dilihat di www.semerbakcoffeestore.com ) yang dapat Anda jual dimana saja spt: perkantoran, tempat wisata, kantin, mall, dll dengan sistem penjualan putus ataupun konsinyasi dengan pemilik tempat dengan keuntungan diatas 60%.

sehingga Anda bisa mendapatkan BELI 1 DAPAT 2 PELUANG BISNIS sekaligus..

Atau Anda bisa mengambil Keagenan hanya dengan 4,5 juta, info lengkap bisa kunjungi www.semerbakcoffee.com

Semoga info ini berguna untuk anda

 salam semerbak,

Wednesday, February 6, 2013

Pesta Wirausaha 2013

Apa itu pesta wirausaha?
Pesta Wirausaha adalah gelaran tahunan berkumpulnya para wirausahawan nasional.

Dengan mengambil tema “MENYONGSONG ERA INDONESIA EMAS: BECOMING WORLD CLASS COMPANY, NOW OR NEVER”
Hari         : Jumat – Minggu
Tanggal    : 8, 9, & 10 Februari 2013
Tempat    : JIEXPO Kemayoran Jakarta
Waktu      : 09.00 – 18.00 WIB
100 PEMBELI TIKET PERTAMA akan mendapatkan
1. Diskon 10% tiket masuk pesta wirausaha 2013
2. Diskon 20% bergabung di Klub SuksesMulia
3. Gratis 1 Polo Shirt Komunitas SuksesMulia
Untuk Info & Pemesanan Tiket :
Telp         : 021 29 400 100 Ext. 28
SMS       : 0812 98000 710
Buruan. Tunggu apalagi? Pesan Tiketnya sekarang!

Tuesday, January 29, 2013

PILIH BERBISNIS ATAU LANJUT BERKARIER YA?

Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Salah satunya, tentang bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? Dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun...atau memiliki usaha sendiri yang cukup menghidupi.?

Namun justru seringkali, tidak perlu menunggu hari tua untuk memulai usaha sendiri. Beberapa orang memutuskan untuk memiliki usaha sendiri ketika masih di usia produktif.

MANA YANG LEBIH TEPAT ?

Berikut beberapa share pengalaman , agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.

1. BACA PELUANG.
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha, bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang benar2 bagus untuk masa depan kita?

Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah.

2. FOKUS PADA TUJUAN.
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut, selalu ada saat yang bagus namun ada juga yang tidak bagus.

Apabila datang masa yang sulit, cobalah ingat kembali jika salah satu alasan memilih berwirausaha, karena prospeknya ke depan kita nilai lebih menjanjikan. Paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.

Hal penting lain yang patut dicatat, selalu FOKUS pada tujuan di masa depan.

Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan. Apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan di depan.

3. BISA KAPAN SAJA.
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan KAPAN SAJA. Apakah ketika masih di usia produktif, maupun ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, mengapa tidak?
Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, namun juga memberikan aktualisasi diri...

Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik. Ingat, WIRAUSAHA ADALAH SEBUAH PROSES, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan.

Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan keberhasilan itu datang tidak dapat diprediksi. Bisa cepat, bisa juga lambat. Tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.

4. ASURANSI USAHA
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Dan, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi, atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi.

Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan, namun ASET USAHA sangat bisa diasuransikan. Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya, masih bisa diasuransikan.

Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, dapat dihitung berapa besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha.

5. KESUNGGUHAN DAN DISIPLIN
Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.

Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100 ribu pun sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.

Tapi, dengan dana Rp 1 Milyard, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya.

Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.

Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 30 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi di masa depan.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Selamat mencoba. Yang terpenting justru, jangan terlalu merencanakannya tanpa ada tindakan memulai sama sekali. Begitu merasa semua hampir mendekati persiapan, segeralah mulai. Usaha apapun tidak lah penting, namun mencobanya segera itu jauh lebih penting.

TALK LESS, ACTION MORE !, Barakallah fiikum....

Pramono Dewo
Penggiat Kewirausahaan

Wednesday, January 2, 2013

PRACTICAL WORKSHOP MULTIPLY YOUR BUSINESS TDA JAKSEL + UNIV AL AZHAR

Apakah Anda sudah membuat rencana dan resolusi
untuk 2013?

Bagaimana dengan bisnis anda? Apakah Rencana anda sudah dipertajam dengan
Action?

Lebih powerfull bukan bila resolusi itu berupa langkah-langkah kongkrit dan
Praktis?

Forum Blok M - TDA Jaksel bersama dengan Univ Al-Azhar Indonesia
menyelenggarakan Practical workshop sehari penuh dengan tema "Multiply Your
Business through 4 Essentials Business Fundamental Practices" serta bazar
yang akan dilaksanakan pada:

Waktu : Rabu, 9 Januari 2013
Pukul : 08.00 sd 16.00
Tempat :
1. Practical Workshop: Auditorium Arifin Panigoro Kampus UAI
2. Bazar/Promotion activity : Lobby Kampus UAI

Practical Workshop akan membimbing anda untuk mendapatkan tips dan panduan
praktis langkah demi langkah untuk mengimplementasikan 4 fundamental bisnis
yang harus dikuasai oleh wirausahawan pemula:
Ke 4 Fundamental bisnis adalah
a) Digital Marketing & Social Media oleh Praktisi Online store terkemuka
b) Fundraising Untuk Usaha oleh Unit Mikro Bank Syariah Mandiri
c) Pengelolaan Sumber Daya Manusia oleh  Ibu Lita Mucharom dari SDM4UKM
d) Legalitas Usaha & HAKI oleh Bimo Prasetyo dari Legal4UKM

Hanya dengan:
Rp. 200 Ribu untuk tiket umum. (mendapat buku KEAJAIBAN TANGAN DIATAS)
Rp 75 Ribu untuk tiket Mahasiwa Non Al Azhar dan
Rp 50 Ribu untuk Mahasiswa Al Azhar

Rekan Bisnis sudah bisa mengikuti woarkshop yang sangat praktical ini.
Berikut:
• Sertifikat • Makan Siang  • Break Meal • Digital Materi

TIKET ORDER:
SMS no 081319529823 Atau Email ke idham.mashar@gmail.com (sebutkan jumlah
dan jenis tiket)

PEMBAYARAN:
• BANK MANDIRI KCP JKT TEBET TIMUR 12412 atas nama: Idham MasharNo:
124-00-0608121-1
• BANK BCA KCP PERMATA UJUNG MENTENG atas nama: Idham MasharNo: 6240026579

#Member TDA jaksel yang ingin mengambil kesempatan menjadi TIKET BOX
silahkan japri di @sam@be-samyono.com

Detail bisa ditanyakan kepada:
Zaki Falimbany [oki_sekali@yahoo.co.id] 0818931292
Be Samyono [be-samyono@indo.net.id] 08129033643

Sunday, June 17, 2012

Dahlan Iskan: Pengusaha Jangan Takut Bangkrut

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan kembali bikin heboh. Saat tampil sebagai pembicara dalam acara Pesta Wirausaha TDA 2012 di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, pekan lalu, dia memberi kejutan dengan melempar mik kepada salah seorang peserta.

Untungnya, aksi akrobatik yang diperagakan sang menteri yang juga pengusaha sukses itu, tidak membuat wanita yang di lempar mik itu cedera. Pasalnya, wanita tersebut dapat dengan cepat menangkap mik tersebut. Mik itu sendiri dilempar Dahlan sambil berlari dari jarak sekitar dua meter.

Kewirausahaan bisa ditularkan, tapi tak bisa dipelajari. Makanya, dalam bisnis tidak bisa hanya dibicarakan, namun harus dilakukan. Dipraktikkan. Lakukan..Lakukan..Lakukan,” ujar mantan Direktur Utama PLN yang sangat energik itu saat memulai sharing dengan 1.400 peserta Pesta Wirausaha TDA 2012 itu.

Selanjutnya, Dahlan memperagakan bagaimana seharusnya seorang pengusaha bersikap. Salah satu sikap yang diperagakan, adalah, bagaimana bersikap cepat dan tanggap, baik dalam menjemput peluang bisnis maupun melayani customer.

Ketika masuk sesi tanya-jawab, Dahlan sengaja berlari mengantarkan mik kepada peserta yang ingin bertanya. Sebagai pejabat dia tidak ragu melayani ˜customer-nya di ruang tersebut.

Seharusnya ketika saya berlari ke arah Anda, Anda pun harus berlari menjemput saya. Begitu seharusnya sikap pengusaha. Tidak boleh hanya menunggu customer,”ujar Dahlan saat menjelaskan arti dari tindakan yang diperagakan tersebut.

Pada bagian lain, Dahlan juga memuji keberadaan komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) sangat positif dalam menularkan semangat wirausaha di Indonesia. Hal yang sama juga disampaikan oleh Chairul Tandjung, pemilik TransTV serta Sandiaga S. Uno, pengusaha muda yang sukses dengan bisnis batubaranya.

Menurut Dahlan, untuk menjadi pengusaha sukses, seseorang tidak boleh ragu menghadapi tantangan bisnis, apalagi takut bangkrut. “Bangkrut itu penting dalam bisnis. Pengusaha sukses biasanya pernah mengalami kebangkrutan. Jatuh bangun itu biasa dan merupakan proses untuk pembelajaran. Saya doakan agar anggota TDA, apalagi yang usianya masih muda bisa secepatnya merasakan bangkrut
agar bisa secepatnya bangkit lagi. Dan, ketika ekonomi Indonesia nanti sudah semakin besar, semua pengusaha anggota TDA sudah benar-benar siap menjemput peluang bisnis yang tersedia. Tidak ada yang bangkrut lagi,”ujar Dahlan yang disambut geeer peserta Pesta Wirausaha TDA 2012.

Dikatakan, saat ini pendapatan per kapita orang Indonesia mencapai sekitar 3.200 dolar AS. Tapi, tambahnya, sekitar delapan tahun lagi, pendapat per kepala orang Indonesia diharapkan sudah naik
menjadi 6.000 dolar AS. Saat itu, saya bayangkan jumlah anggota TDA sudah mencapai 10 kali lipat dari sekarang,” tambahnya.

Pesta Wirausaha TDA 2012 yang berlangsung meriah, dibuka oleh Agus Muharam, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM. Kegiatan tahunan TDA itu dihadiri sekitar 1.400 peserta dari 25 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka datang dengan biaya sendiri. Tampak hadir dalam kesempatan itu, para pendiri TDA, seperti, Haji Alay dan Badroni Yuzirman dan Presiden TDA Rosihan.

Sebelumnya Badroni Yuzirman menyatakan, bersyukur TDA yang bermula dari kegiatan milling list enam tahun lalu, hingga kini bisa bertahan bahkan berkembang pesat, kuncinya karena adanya keikhlasan dari para pengurus dalam menggerakkan komunitas ini. Orientasi TDA adalah pada action action action,tambahnya.

Haji Alay menambahkan, misi TDA adalah menciptakan lebih banyak wirausaha di Indonesia. TDA akan terus mendorong agar prosentase wirausaha bisa mencapai 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini penting untuk mencapai Indonesia yang maju, terhormat dan disegani oleh negara-negara lain di dunia. “TDA juga menginginkan 10.000 anggotanya menjadi milyader,” tuturnya.

Sementara Presiden TDA, M. Rosihan melalui Pesta Wirausaha TDA 2012 ini mengucapkan selamat datang kepada para generasi muda yang secara sadar memilih sebagai wirausaha. TDA akan menggerakkan tumbuh kembangnya wirausaha yang berkarakter yang memiliki etika bisnis serta yang jelas keberpihakkannya kepada ekonomi rakyat, menumbuhkan sektor riil dan menggelorakan gerakan beli produk Indonesia.

Sumber : tdadepok.com

Sunday, April 29, 2012

Dibutuhkan 4 Juta Wirausaha

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya empat juta wirausaha untuk mendukung sektor perekonomian bangsa agar lebih tangguh di masa depan.

Ditemui usai membuka pelatihan calon wirausaha di Surabaya, Minggu (29/4/2012), Hatta Radjasa menyebutkan, jumlah wirausaha yang ada saat ini masih sekitar 1,56 persen dari jumlah penduduk, padahal idealnya minimal dua persen atau sekitar empat jutaan wirausaha.

"Kita masih tertinggal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang jumlah wirausahawannya di atas tujuh persen dari total penduduk. Belum lagi negara maju yang jumlahnya lebih banyak lagi," katanya.

Ia cukup yakin bahwa suatu negara yang ingin memiliki perekonomian tangguh harus didukung dengan pengembangan sektor kewirausahaan.

Menurut dia, pemerintah Indonesia menargetkan pada 2025 Indonesia bisa masuk jajaran 10 besar dunia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi tangguh

"Untuk itu, pemerintah terus mendorong kalangan pemuda yang tinggal di desa maupun kota untuk tidak menganggur, tapi melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat dengan membuka usaha, semisal bengkel, usaha makanan atau agrobisnis," ujarnya.

Dalam hal penciptaan wirausaha baru, lanjut Hatta, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan, seperti pendidikan, pelatihan atau pendampingan, kemudahan akses permodalan, dan bantun untuk berkolaborasi dengan sektor usaha besar.

"Memang tidak mudah mencetak wirausaha baru, tapi selama ada kemauan, hal itu pasti bisa diwujudkan," tambah Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Sumber : kompas.com

Tuesday, March 20, 2012

Semerbak Coffee Hasil Peluang dan Inovasi

MEMULAI bisnis dengan modal awal tiga juta rupiah, tetangga kita yang satu ini kini sudah memiliki lebih dari 370 outlet kopi yang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia hanya dalam kurun waktu satu tahun. Iwan Agustian (41), pemilik Semerbak Coffee Blend, bercerita banyak tentang  perjalanan bisnisnya kepada depoklik.

Iwan mengawali bisnisnya dengan membuka kedai bakso. Dalam perjalanannya, ia menyadari bahwa banyak pelanggan yang datang hanya untuk menikmati kopi racikan yang ia sediakan. Melihat peluang ini, pada bulan Juni 2009, tanpa ragu ia ‘banting setir’ dengan membuka sebuah outlet kopi blend bersama seorang kawan, Muazin. Seiring dengan kesuksesan outlet-outletnya di Depok, pria yang gemar memakai topi ini membuka waralaba (franchise) sebagai pilihan startegi bisnisnya.


Sejak memulai bisnis ini, Iwan tidak menemukan kendala yang berat. “Walaupun ada, mungkin kendala ringan di internal para mitra, seperti permasalahan sumber daya manusia,” ujarnya. Ia bersyukur semua berjalan lancar, dan berharap semua berjalan sesuai rencana. Targetnya dalam waktu dekat, ia akan mulai membuka mini bar di pusat-pusat perbelanjaan. “Saya memang tidak ingin menggunakan konsep kafe, karena itu bisa membawa bisnis saya head to head dengan Starbucks, Kopi Luwak, dan lain-lain. Saya akan tetap menjaga kelas saya,” ungkapnya. Soal menghadapi persaingan bisnis, jawabannya adalah inovasi. “Saya akan terus berinovasi untuk menghadapi kompetitor,” tegasnya.


Dalam bincang-bincang santai di teras rumah produksinya sore itu, kami sempat terkejut setelah mengetahui bahwa pemilik Semerbak Coffee, outlet yang menawarkan enam rasa kopi ini, ternyata bukan penggemar kopi. “Saya sejak kecil tidak pernah minum kopi, saya bukan penggila kopi. Baru beberapa tahun terakhir ini saja saya ngopi, itupun kopi blend. Saya bukan pakar kopi,” ujar Ayah dari Reza Arizaldi, Rifky Adika, dan Rasya Adzani ini seraya tertawa. Iwan mengatakan bahwa, tidak harus jadi ahlinya untuk menjalankan suatu usaha. “Yang penting bagi saya adalah manfaatkan peluang, bangun jaringan, dan manajemen yang baik ,” lanjut pria yang pandai mengolah peluang ini. Satu tips penting yang Iwan berikan sore itu bagi para wirausahawan, yaitu online di internet. “Ini sudah teruji, online marketing itu sangat membantu pemasaran,” ungkapnya.

Sejak awal, Iwan mengatakan bahwa pilihan hidup untuk berwirausaha ini didukung penuh oleh sang isteri, Etty Kurniawati. Ditengah semakin banyaknya outlet yang berdiri, pria ini tetap mengutamakan waktu bersama keluarga. “Karena yang saya bangun adalah sistem, biarkan sistem yang berjalan. Jadi, bisnisnya tetap jalan, owner-nya jalan-jalan,” lanjut Iwan dengan penuh canda diakhir perbincangan.

Sumber : depoklik.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls